Kesalahan Umum Saat Menggunakan Biosafety Cabinet
Kesalahan umum saat menggunakan Biosafety Cabinet sering menjadi penyebab gagalnya containment, bukan karena HEPA filter rusak. BSC Class II mengandalkan air curtain dan aliran udara terarah, sehingga penempatan dekat pintu, grille terhalang, work area penuh, gerakan tangan cepat, dan alarm yang diabaikan dapat mengganggu perlindungan personel dan produk.
WHO menegaskan inflow BSC sensitif terhadap gangguan pergerakan orang, pintu, jendela, dan HVAC. CDC juga menjelaskan BSC adalah sistem penghalang parsial – gerakan cepat atau menyapu dapat mengganggu air curtain dan meningDaftarkatkan pelepasan kontaminan. Karena itu penggunaan BSC harus mencakup lokasi, penataan material, perilaku operator, cleaning, maintenance, dan pengujian berkala.
Mengapa Kesalahan Penggunaan BSC Berbahaya?

BSC Class II menggunakan directional airflow untuk mempertahankan containment. Saat air curtain terganggu, kemampuan mengendalikan aerosol dan kontaminasi silang ikut terpengaruh. CDC menjelaskan pergerakan material keluar-masuk dan gerakan lengan cepat dapat mengganggu air curtain.
Kesalahan penggunaan harus dilihat sebagai bagian pengendalian risiko, bukan hanya kenyamanan.
1. Menempatkan BSC Dekat Pintu atau Lalu Lintas
Pergerakan orang dan perubahan aliran udara ruangan mengganggu inflow bukaan depan. WHO menyarankan BSC jauh dari lalu lintas dan sumber arus udara, mengikuti instruksi manufacturer.
Perbaikan: Evaluasi pola lalu lintas, pintu, ventilasi, dan kebutuhan maintenance sebelum instalasi. Jangan pilih lokasi hanya karena ruang kosong.
2. Menghalangi Front Grille dan Rear Grille
Grille adalah jalur airflow penting Class II. WHO menyatakan front intake grille tidak boleh terhalang kertas, peralatan, atau benda lain, dan penataan tidak boleh menghalangi rear grille.
Hindari:
- Botol atau wadah tepat di atas grille
- Tissue atau absorbent pad menutupi grille
- Wadah limbah menghalangi airflow
3. Memasukkan Terlalu Banyak Material
Work area penuh membatasi gerak operator dan mengganggu pola airflow. WHO menyebut kabinet tidak boleh diisi berlebihan karena memengaruhi efisiensi airflow. Masukkan hanya material yang diperlukan untuk prosedur saat itu, jangan jadikan BSC tempat penyimpanan.
4. Menata Material Tanpa Alur Kerja Bersih ke Kotor
WHO merekomendasikan alur kerja dari area bersih menuju terkontaminasi, meminimalkan perpindahan material terkontaminasi melewati bersih. Ini mengurangi cross-contamination dan gerakan tidak perlu. Detail penataan lihat Penataan Material di BSC: Work Zone dan Alur Kerja.
5. Gerakan Tangan Terlalu Cepat
Gerakan cepat keluar-masuk mengganggu air curtain. WHO menyarankan gerakan lengan perlahan dan tidak mengganggu integritas aliran udara. CDC juga menjelaskan gerakan menyapu dapat mengganggu air curtain. Rencanakan urutan kerja dan masukkan material sebelum manipulasi agar tidak sering keluar-masuk.
6. Tidak Memperhitungkan Aktivitas Penghasil Aerosol
Vortexing, homogenisasi, pembukaan wadah setelah proses tertentu meningkatkan aerosol. CDC menempatkan aerosol sebagai aspek yang harus masuk risk assessment. Peralatan penghasil aerosol tempatkan ke arah belakang work area tanpa halangi grille.
7. Menggunakan Api Terbuka di Dalam BSC
WHO menjelaskan api terbuka mengganggu pola airflow karena panas dan merekomendasikan microincinerator atau perangkat listrik. Ikuti SOP lab dan instruksi manufacturer, jangan asumsi burner selalu boleh karena biasa dilakukan.
8. Mengabaikan Posisi Sash dan Alarm
Posisi sash adalah kondisi operasi. Mengoperasikan dengan posisi tidak sesuai memengaruhi airflow dan memicu alarm. Jika ada sash alarm, jangan dimatikan atau diabaikan. WHO menjelaskan airflow alarm menunjukkan gangguan pola airflow normal dan dapat menjadi bahaya bagi operator dan produk. Hentikan pekerjaan dan ikuti instruksi manufacturer dan SOP. Jangan langsung simpulkan masalah hanya dari filter.
9. Menganggap HEPA Filter Mengendalikan Semua Bahaya
HEPA penting untuk partikulat dan aerosol biologis, namun tidak berarti semua bahaya terkendali. CDC menjelaskan pemilihan BSC harus mempertimbangkan karakteristik bahaya dan containment. Untuk bahan kimia volatil, konfigurasi exhaust dan pembuangan ke luar menjadi pertimbangan. Jangan pilih hanya karena “sudah HEPA”.
10. Menggunakan BSC Tanpa Status Sertifikasi
Kinerja containment tidak cukup dinilai dari fisik. WHO menyatakan BSC perlu disertifikasi saat instalasi, setelah relokasi, dan berkala minimal tahunan oleh teknisi kompeten sesuai spesifikasi manufacturer. Pengujian mencakup integritas kabinet, kebocoran HEPA, profil downflow, face velocity, pola airflow, alarm dan interlock. Lihat Checklist Pemeriksaan BSC Sebelum Digunakan.
11. Tidak Membersihkan dan Dekontaminasi dengan Benar
WHO merekomendasikan dekontaminasi permukaan interior sebelum dan sesudah penggunaan. Pilih disinfectant berdasarkan organisme dan kompatibilitas dengan permukaan kabinet, jangan asal pakai konsentrasi kuat.
12. Tidak Ada SOP yang Jelas
SOP harus menjelaskan persiapan, penataan material, urutan kerja, penggunaan peralatan, penanganan tumpahan, cleaning, respons alarm, dan kapan pekerjaan dihentikan. WHO menekankan protokol tertulis dan pelatihan, diperbarui saat ada perubahan prosedur, peralatan, atau fasilitas.
13. Menambah Peralatan Tanpa Evaluasi Airflow
Centrifuge, vortex mixer, atau heating equipment dapat mengubah pola kerja dan menutup grille. Jika perubahan signifikan, lakukan evaluasi risiko dan konsultasi manufacturer. Jangan anggap semua peralatan otomatis kompatibel di dalam BSC.
14. Menganggap BSC Pengganti Semua Sistem Keselamatan
BSC adalah satu komponen biosafety, bukan satu-satunya. CDC menegaskan BSC perlu dipakai bersama praktik mikrobiologi baik, containment equipment lain bila perlu, serta desain fasilitas sesuai. BSC tidak menggantikan risk assessment, SOP, pelatihan, akses lab, limbah, maintenance, dan sertifikasi.
Checklist Mengurangi Kesalahan Penggunaan BSC

| Tahap | Yang Diperiksa |
|---|---|
| Sebelum bekerja | Lokasi, fisik, sertifikasi, alarm, sash, area kerja |
| Persiapan material | Hanya material diperlukan, jangan halangi grille |
| Selama bekerja | Alur bersih ke kotor, gerakan perlahan |
| Saat alarm | Hentikan sesuai SOP, identifikasi penyebab |
| Setelah bekerja | Dekontaminasi dan keluarkan material sesuai prosedur |
| Berkala | Maintenance, sertifikasi, dokumentasi |
Kesimpulan
Kesalahan umum saat menggunakan Biosafety Cabinet sering tidak terlihat berbahaya namun memengaruhi containment. Penempatan dekat pintu, grille terhalang, work zone penuh, gerakan cepat, alarm diabaikan, dan tanpa pengujian kinerja dapat mengganggu perlindungan. Pendekatan yang tepat adalah kombinasi pemilihan berdasarkan risk assessment, instalasi sesuai, penataan material benar, perilaku operator konsisten, SOP jelas, maintenance, dan pengujian berkala. Pelajari juga BSC dan Risiko Aerosol Biologis.
Butuh Audit Penggunaan BSC di Lab Anda?
Tim kami bantu evaluasi lokasi instalasi, alur kerja, dan status sertifikasi BSC untuk mencegah kesalahan penggunaan yang mengurangi containment.
Hubungi tim kami:
- Email: iwanjvm@gmail.com
- WhatsApp: 0813-9128-6789