Laminar Air Flow Cabinet: Fungsi, Prinsip Kerja, Jenis, dan Penggunaannya
Laminar Air Flow Cabinet (LAF) merupakan perangkat laboratorium yang digunakan untuk menyediakan area kerja dengan udara terkontrol dan terfiltrasi guna membantu melindungi material atau proses dari kontaminasi partikulat di lingkungan sekitar. Meskipun secara fisik sering terlihat mirip dengan Biosafety Cabinet (BSC), keduanya memiliki fungsi perlindungan yang berbeda. LAF pada dasarnya berfokus pada perlindungan produk atau […]
Biosafety Cabinet vs Laminar Air Flow: Perbedaan Fungsi, Perlindungan, dan Penggunaannya
Biosafety Cabinet vs Laminar Air Flow sering menjadi pertanyaan ketika laboratorium membutuhkan perangkat dengan sistem aliran udara dan filtrasi untuk mendukung pekerjaan yang memerlukan lingkungan kerja terkontrol. Secara visual, keduanya dapat terlihat serupa karena sama-sama memiliki ruang kerja tertutup sebagian, sistem aliran udara, dan dapat menggunakan filter HEPA. Namun, Biosafety Cabinet (BSC) dan Laminar Air […]
Biosafety Cabinet Class II A2: Prinsip Kerja, Fungsi, dan Pertimbangan Pemilihan
Biosafety Cabinet Class II A2 merupakan salah satu konfigurasi biological safety cabinet (BSC) yang banyak digunakan di laboratorium mikrobiologi, laboratorium klinis, penelitian, dan berbagai fasilitas yang membutuhkan primary containment terhadap aerosol biologis sekaligus perlindungan terhadap material yang dikerjakan. Bagi pengguna laboratorium, pemilihan BSC Class II A2 tidak cukup hanya dengan melihat keberadaan filter HEPA. Perlu […]
Perbedaan Biosafety Cabinet Class I, Class II, dan Class III
Biosafety Cabinet Class I, Class II, dan Class III: Perbedaan dan Cara Memilihnya Biosafety Cabinet (BSC) Class I, Class II, dan Class III sama-sama digunakan sebagai perangkat primary containment untuk membantu mengendalikan risiko yang dapat timbul selama pekerjaan dengan bahan biologis. Namun, ketiganya memiliki desain, pola aliran udara, tingkat containment, dan fungsi perlindungan yang berbeda. […]
Biosafety Cabinet (BSC): Fungsi, Jenis, Cara Kerja, dan Panduan Memilih
Dalam kegiatan laboratorium, terutama yang melibatkan bahan biologis, mikroorganisme, kultur sel, atau material yang berpotensi menghasilkan aerosol, pemilihan Biosafety Cabinet (BSC) perlu disesuaikan dengan jenis pekerjaan dan tingkat perlindungan yang dibutuhkan. Biosafety Cabinet bukan sekadar meja kerja dengan filter udara. Sistem ini dirancang untuk mengendalikan aliran udara dan memberikan tingkat perlindungan tertentu terhadap personel, lingkungan, […]
Turbidimeter untuk Laboratorium: Jenis, Parameter Pengukuran, dan Pertimbangan Pemilihan
Turbidimeter untuk laboratorium digunakan untuk mengukur kekeruhan air berdasarkan interaksi cahaya dengan partikel yang terdapat dalam sampel. Instrumen ini banyak digunakan dalam pengujian kualitas air, pengolahan air, pemantauan lingkungan, pengujian air proses, serta kegiatan quality control di laboratorium. Meskipun fungsi dasarnya sama, turbidimeter tidak selalu memiliki desain dan teknologi pengukuran yang sama. Perbedaan sumber cahaya, […]
Cara Mengukur Kekeruhan Air dengan Turbidimeter: Prosedur dan Hal yang Perlu Diperhatikan
Cara mengukur kekeruhan air dengan turbidimeter perlu dilakukan dengan prosedur yang konsisten karena hasil pengukuran dipengaruhi bukan hanya oleh instrumen, tetapi juga kondisi sampel, sample cell atau cuvette, kalibrasi, gelembung udara, kebersihan wadah, dan cara penanganan sampel. Dalam pengujian laboratorium, turbidimeter digunakan untuk menentukan tingkat kekeruhan berdasarkan interaksi cahaya dengan partikel dalam sampel air. Salah […]
Panduan Memilih Turbidimeter Benchtop untuk Pengujian Kekeruhan Air di Laboratorium
Pengujian kekeruhan merupakan salah satu bagian penting dalam pemeriksaan kualitas air. Parameter ini digunakan untuk menggambarkan tingkat hamburan cahaya oleh partikel yang terdapat dalam sampel air. Dalam laboratorium, pengukuran kekeruhan umumnya dilakukan menggunakan turbidimeter atau nephelometer dengan prinsip pengukuran optik. Memilih turbidimeter benchtop tidak cukup hanya berdasarkan angka rentang pengukuran atau harga instrumen. Laboratorium perlu […]
Panduan Penggunaan Refraktometer Brix untuk QC Makanan & Minuman
Untuk memantau konsentrasi zat terlarut pada berbagai bahan dan produk cair, industri makanan dan minuman banyak menggunakan pengukuran indeks bias dan skala Brix. Salah satu instrumen yang digunakan untuk melakukan pengukuran tersebut adalah refraktometer Brix. Instrumen ini memanfaatkan prinsip pembiasan cahaya untuk menentukan indeks bias sampel dan, pada instrumen yang memiliki skala Brix, menampilkan hasil […]
Refraktometer Brix: Fungsi, Cara Kerja, dan Aplikasi di Industri Makanan dan Minuman
Dalam industri pengolahan makanan dan minuman, konsistensi kualitas, tingkat kemanisan, serta kandungan padatan terlarut merupakan parameter krusial yang menentukan standar produk akhir. Salah satu instrumen laboratorium dan lapangan yang diandalkan untuk mengukur parameter ini adalah refraktometer Brix. Alat ukur ini memainkan peran penting dalam proses kontrol kualitas (QC) mulai dari bahan baku hingga produk siap […]