Biosafety Cabinet untuk Laboratorium Farmasi: Fungsi dan Pertimbangan
Biosafety Cabinet untuk laboratorium farmasi digunakan sebagai primary containment ketika aktivitas farmasi melibatkan material biologis berpotensi aerosol atau percikan. Laboratorium farmasi bisa mencakup R&D, pengujian mikrobiologi, kultur sel, dan pemeriksaan bahan biologis dengan risiko berbeda, sehingga pemilihan BSC harus berdasarkan aktivitas dan risk assessment, bukan hanya karena bernama lab farmasi.
WHO Laboratory Biosafety Manual 4th Edition menggunakan pendekatan berbasis risiko, sementara CDC BMBL 6th Edition menegaskan protocol-driven risk assessment sebagai prinsip utama. BMBL adalah panduan praktik, bukan regulasi. Pemilihan perangkat containment harus proporsional dengan risiko aktual.
Apakah Lab Farmasi Selalu Butuh BSC?
Tidak. Lab yang hanya analisis non-biologis memiliki kebutuhan berbeda dengan lab yang menangani mikroorganisme atau kultur sel. Pertanyaan yang benar bukan “apakah lab farmasi butuh BSC?” tetapi:
- Material apa yang ditangani? Ada bahaya biologis?
- Prosedur apa dan apakah menghasilkan aerosol/percikan?
- Apakah perlu perlindungan personel dan perlindungan produk?
- Ada bahaya kimia dan butuh exhaust khusus?
WHO menyatakan risk assessment harus dilakukan sebelum aktivitas dan diperbarui saat ada perubahan prosedur, peralatan, personel, atau fasilitas.
Fungsi BSC dalam Lab Farmasi
Saat pekerjaan farmasi melibatkan material biologis dengan risiko aerosol, BSC berperan sebagai primary containment device. WHO menjelaskan efektivitas BSC bergantung pada desain, pemasangan, penggunaan, kondisi operasional, dan pemeliharaan.
Fungsi BSC di farmasi:
- Pengendalian paparan material biologis dan aerosol
- Perlindungan personel dari percikan
- Pengendalian pelepasan ke lingkungan laboratorium
- Perlindungan material kerja pada konfigurasi BSC yang dirancang untuk itu
BSC tidak menggantikan SOP, pelatihan, PPE, dekontaminasi, limbah, dan risk assessment.
Aktivitas Lab Farmasi yang Perlu Dievaluasi
| Aktivitas Farmasi | Potensi Pertimbangan | Yang Dinilai |
|---|---|---|
| Pengujian mikrobiologi | Material biologis & aerosol | Jenis mikroorganisme dan jalur paparan |
| Kultur sel | Butuh containment | Sumber sel dan prosedur |
| Transfer cairan & vortexing | Percikan/aerosol | Volume dan teknik transfer |
| Penanganan bahan non-biologis | Bahaya kimia | Volatilitas dan exhaust |
BSC dan Pengujian Mikrobiologi Farmasi
Pengujian mikrobiologi farmasi dapat melibatkan prosedur dengan potensi aerosol seperti pipetting, vortexing, dan pembukaan wadah. CDC mengidentifikasi aerosol dan percikan sebagai jalur paparan yang harus masuk biological risk assessment. Jangan memberi label otomatis bahwa seluruh ruang mikrobiologi butuh konfigurasi BSC sama – nilai tiap prosedur spesifik.
HEPA Filter Tidak Berarti Cocok untuk Semua Bahan
Miskonsepsi terbesar di farmasi: anggap HEPA filter solusi semua bahaya. HEPA untuk partikulat, sedangkan bahan kimia volatil butuh pengendalian berbeda. Jika lab menangani biologis + kimia berbahaya, keduanya harus masuk risk assessment. CDC BMBL 6 menekankan kombinasi risiko biologis dan kimia harus dipertimbangkan bersama.
BSC vs Fume Hood di Lab Farmasi

BSC dan chemical fume hood tujuan berbeda dan tidak boleh dipertukarkan. BSC adalah primary containment untuk biologis sesuai konfigurasi, fume hood adalah engineering control untuk menangkap dan membuang kontaminan kimia. Jika aktivitas memiliki bahaya biologis dan kimia sekaligus, pemilihan harus berdasarkan karakteristik masing-masing bahaya. Lab mungkin butuh perangkat berbeda untuk tahap proses berbeda.
BSC vs Laminar Air Flow
Clean bench terutama untuk perlindungan produk dari kontaminasi lingkungan, bukan biological containment. Jika pekerjaan farmasi hanya butuh perlindungan produk tanpa containment biologis, kebutuhan berbeda. Jika butuh primary containment, clean bench tidak bisa menggantikan BSC. Lihat BSC vs Laminar Air Flow.
Memilih Class II BSC
Class II banyak digunakan untuk biologis, namun pemilihan A1, A2, B1, B2 harus dikaitkan dengan pekerjaan dan fasilitas. Evaluasi: jenis material biologis, potensi aerosol, kebutuhan perlindungan personel/lingkungan/produk, airflow, recirculation, exhaust, HVAC, maintenance.
Jangan pilih Type B karena dianggap “lebih tinggi” atau A2 karena universal. Kesesuaian harus dari risiko dan fasilitas. Detail tipe lihat Perbedaan BSC Class II A1 A2 B1 B2.
Ukuran dan Lokasi Instalasi
Ukuran kabinet sesuaikan dengan material dan peralatan di work area. Jangan samakan ukuran nominal dengan work area atau kebutuhan ruang instalasi. Panduan ukuran ada di Panduan Ukuran BSC & Ruang Instalasi.
Lokasi dapat mengganggu airflow. WHO menyebut airflow masuk BSC dapat terganggu orang lewat, pintu, jendela terbuka, register supply udara. Tempatkan jauh dari lalu lintas dan sumber gangguan. Periksa pintu, lalu lintas, HVAC, jendela, peralatan penghasil aliran udara, kebutuhan exhaust, dan jalur pemindahan kabinet.
Maintenance dan Sertifikasi
WHO menekankan BSC harus dipasang dan digunakan dengan benar, kondisi baik, serta sertifikasi masih berlaku. CDC BMBL 6 menyatakan perlu sertifikasi saat instalasi dan berkala, termasuk setelah ganti HEPA/ULPA filter, maintenance internal, atau relokasi. Kelola dokumentasi instalasi, pengujian kinerja, sertifikasi, maintenance, penggantian filter, dan relokasi.
Checklist Memilih BSC untuk Lab Farmasi

| Parameter | Pertanyaan Kunci |
|---|---|
| Jenis aktivitas | Proses utama apa yang dilakukan? |
| Material biologis | Ada material biologis butuh containment? |
| Bahan kimia | Ada bahan volatil atau bahaya kimia? |
| Containment & Tipe | Apakah Class/Type sesuai risiko & exhaust? |
| Work area & Lokasi | Cukup untuk peralatan dan bebas gangguan airflow? |
| Dokumentasi | Instalasi, pengujian, sertifikasi tersedia? |
Kesimpulan
Biosafety Cabinet untuk laboratorium farmasi dipilih berdasarkan aktivitas, material, potensi aerosol, kebutuhan primary containment, bahaya kimia, perlindungan produk, airflow, exhaust, ruangan, dan risk assessment. Tidak semua aktivitas farmasi butuh BSC dan tidak semua BSC cocok untuk setiap pekerjaan. HEPA saja tidak cukup, terutama saat ada kombinasi biologis dan kimia. Pemilihan harus mempertimbangkan perangkat dan sistem pendukungnya termasuk instalasi, SOP, pelatihan, dekontaminasi, maintenance, dan dokumentasi sesuai WHO LBM4 dan CDC BMBL 6.
Butuh Bantuan Memilih BSC untuk Lab Farmasi?
Kirimkan jenis pengujian farmasi dan bahan kimia yang digunakan. Tim kami bantu tentukan apakah perlu BSC, Fume Hood, atau keduanya, serta konfigurasi A2 vs B2.
Hubungi tim kami:
- Email: iwanjvm@gmail.com
- WhatsApp: 0813-9128-6789