HEPA Filter, Airflow, dan Prinsip Kerja Biosafety Cabinet
HEPA Filter Biosafety Cabinet merupakan bagian penting dari sistem pengendalian kontaminasi pada laboratorium yang menangani bahan biologis. Dalam sebuah Biological Safety Cabinet (BSC), filter HEPA bekerja bersama sistem kipas, jalur udara, dan desain kabinet untuk mengendalikan pergerakan udara.
Pada BSC Class II, perlindungan tidak hanya dari filter. Kabinet juga memerlukan aliran udara masuk (inflow) melalui bukaan depan untuk melindungi operator, dan aliran udara terfiltrasi ke bawah (downflow) untuk melindungi material di area kerja. Hubungan antara filtrasi dan aliran udara inilah yang membedakan BSC dari lemari kerja biasa.
Daftar Isi
- Apa Itu HEPA Filter pada Biosafety Cabinet?
- Fungsi HEPA Filter dalam Sistem BSC
- Apa Itu Airflow Biosafety Cabinet?
- Prinsip Kerja BSC Class II A2
- Peran Plenum dan Kipas
- Perbedaan Fungsi HEPA Filter dan Airflow
- Perbedaan Aliran Udara BSC Class I, II, dan III
- Faktor yang Memengaruhi Kinerja Airflow
- Pengujian HEPA Filter dan Kinerja BSC
- Pemeliharaan Filter dan Airflow
- Hal yang Perlu Diperiksa Saat Memilih BSC
- Kesimpulan
Apa Itu HEPA Filter pada Biosafety Cabinet?

HEPA (High-Efficiency Particulate Air) adalah filter udara berefisiensi tinggi yang dirancang untuk menangkap partikel yang terbawa aliran udara. Pada BSC Class II, HEPA filter umumnya digunakan pada jalur suplai dan exhaust.
Bagaimana HEPA filter menangkap partikel?
Melalui mekanisme intersepsi, impaksi inersia, dan difusi pada media serat. Bukan sekadar saringan dengan lubang tetap, kinerjanya ditentukan oleh desain media, konstruksi, dan hasil pengujian.
Apakah HEPA filter membunuh mikroorganisme?
Tidak. HEPA filter menangkap partikel, bukan membunuh mikroorganisme. Filter bekas tetap harus ditangani sebagai limbah berbahaya sesuai prosedur.
Fungsi HEPA Filter dalam Sistem Biosafety Cabinet
1. Menyaring udara suplai: Udara terfiltrasi dialirkan ke bawah sebagai downflow untuk membantu melindungi produk/sampel.
2. Menyaring udara exhaust: Udara dari area kerja difiltrasi sebelum dibuang ke ruangan atau ke luar bangunan sesuai tipe kabinet.
3. Mendukung containment: Filter adalah komponen penting, tapi bukan satu-satunya penentu. Kecepatan udara, pola aliran, dan praktik operator juga menentukan kinerja.
Apa Itu Airflow Biosafety Cabinet?
Airflow BSC adalah pola pergerakan udara yang dirancang untuk mendukung fungsi perlindungan. Pada Class II ada dua komponen utama:
1. Inflow: Udara dari ruangan ditarik melalui bukaan depan sebagai penghalang agar udara dari area kerja tidak keluar ke operator.
2. Downflow: Udara yang sudah melewati HEPA suplai bergerak ke bawah melindungi area kerja dan membawa aerosol ke kisi-kisi.
3. Exhaust & Resirkulasi: Pada A2, sebagian udara disirkulasikan kembali, sebagian dibuang melalui HEPA exhaust.
Prinsip Kerja Biosafety Cabinet Class II A2

WHO menjelaskan pada konfigurasi A2 yang umum, sekitar 70% udara disirkulasikan kembali melalui HEPA suplai, sedangkan 30% dikeluarkan melalui HEPA exhaust. Proporsi ini adalah gambaran umum, detail harus cek manual produsen.
Tahapannya: 1) Udara ruangan masuk lewat bukaan depan > 2) Bercampur dengan udara area kerja > 3) Masuk ke plenum > 4) Melewati HEPA suplai > 5) Menjadi downflow > 6) Dibagi antara resirkulasi dan exhaust.
Peran Plenum dan Kipas dalam Sistem Airflow
Plenum adalah ruang distribusi udara internal. Pada A2, plenum bertekanan negatif menjadi fitur keselamatan tambahan.
Kipas/Blower menghasilkan pergerakan udara. Gangguan filter, kipas, atau jalur udara dapat memengaruhi airflow.
Kisi-kisi harus selalu terbuka. Penempatan alat di atas kisi-kisi akan mengubah pola aliran.
Perbedaan Fungsi HEPA Filter dan Airflow
| Aspek | HEPA Filter | Airflow |
|---|---|---|
| Fungsi utama | Menangkap partikel | Mengarahkan pergerakan udara |
| Evaluasi | Uji integritas filter | Ukur kecepatan & visualisasi pola |
Filter yang lolos uji integritas belum tentu membuktikan airflow memenuhi syarat. Keduanya harus diuji terintegrasi.
Perbedaan Aliran Udara pada BSC Class I, II, dan III
| Kelas | Karakteristik Airflow | Perlindungan |
|---|---|---|
| Class I | Inflow + exhaust difiltrasi | Personel & lingkungan |
| Class II | Inflow + downflow + exhaust + resirkulasi | Personel, produk, lingkungan |
| Class III | Tertutup total, suplai & exhaust terfiltrasi | Containment maksimal |
Faktor yang Memengaruhi Kinerja Airflow
- Posisi kabinet dekat pintu / lalu lintas tinggi.
- Gerakan operator yang cepat dan keluar-masuk tangan berulang.
- Kisi-kisi terhalang peralatan atau dokumen.
- Material terlalu penuh di dalam kabinet.
- Kondisi HEPA filter dan gangguan kipas/sensor.
- Perubahan konfigurasi exhaust tanpa evaluasi teknis.
Pengujian HEPA Filter dan Kinerja BSC
1. Uji integritas HEPA: Mendeteksi kebocoran pada media, seal, atau pemasangan.
2. Ukur kecepatan airflow: Inflow dan downflow sesuai spesifikasi model.
3. Visualisasi pola aliran: Untuk melihat gangguan pola udara.
4. Sertifikasi: WHO merekomendasikan sertifikasi oleh personel kompeten saat commissioning, setelah relokasi, dan berkala.
Pemeliharaan HEPA Filter dan Sistem Airflow
Bersihkan permukaan kerja sesuai SOP, gunakan disinfektan yang kompatibel. Jangan semprotkan cairan ke filter, sensor, atau komponen listrik. Penggantian HEPA harus diikuti pengujian kinerja sebelum digunakan kembali.
Hal yang Perlu Diperiksa Saat Memilih BSC
- Kelas dan tipe kabinet sesuai penilaian risiko.
- Spesifikasi filter suplai & exhaust dan dokumentasi ujinya.
- Parameter airflow (inflow/downflow) untuk model tersebut.
- Konfigurasi exhaust: buang ke ruangan atau ducting eksternal.
- Dukungan sertifikasi, suku cadang, dan servis.
Kesimpulan
HEPA Filter, airflow, dan prinsip kerja BSC adalah satu sistem yang saling berkaitan. HEPA menangkap partikel, airflow mengarahkan pergerakan udara melalui suplai, area kerja, dan exhaust. Pada BSC Class II A2, kombinasi inflow, downflow, resirkulasi, dan exhaust memberikan perlindungan bagi personel, produk, dan lingkungan, namun efektivitasnya bergantung pada desain, instalasi, kondisi filter, dan praktik operator.
Butuh Konsultasi & Penawaran Biosafety Cabinet?
Jika Anda membutuhkan bantuan menentukan tipe BSC, spesifikasi HEPA filter, kebutuhan airflow, dan konfigurasi exhaust, Tim Perusahaan kami siap membantu menyesuaikan dengan aplikasi laboratorium Anda.
Hubungi tim kami:
- Email: iwanjvm@gmail.com
- WhatsApp: 0813-9128-6789