Ciri-Ciri Air yang Tercemar dan Penyebabnya

Ciri-Ciri Air yang Tercemar dan Penyebabnya – Air merupakan senyawa yang sangat penting untuk semua kehidupan bagi makhluk hidup yang ada di bumi. Sebagai salah satu pengonsumsi air dalam kehidupan sehari-hari, manusia dan makhluk hidup lainnya membutuhkan air yang bersih, sehat, dan tidak tercemar.

Air yang bersih, jernih, dan murni yaitu air yang layak dikonsumsi oleh manusia, hewan dan tumbuhan. Namun air yang sudah tercemar itu tidak layak untuk dikonsumsi karena dapat mengganggu kesehatan. Tanda atau ciri-ciri air yang tercemar bisa dilihat secara kasat mata maupun harus melalui penelitian terlebih dahulu.

Berikut Ini Ciri-Ciri Air yang Tercemar dan Penyebabnya :

A. Beberapa Ciri-Ciri Air yang Tercemar :

  • Perubahan warna pada air

Salah satu ciri air tercemar yang pertama yaitu dapat dilihat dengan kasat mata. Air yang sehat itu terlihat jernih dan tidak berwarna. Namun jika air itu yang seharusnya jernih atau tidak berwarna ini tiba-tiba berubah warna, hal ini bisa menandakan bahwa air beresiko tercemar.

Perubahan warna bisa disebabkan oleh ada zat yang mencemari air tersebut atau polutan. Berbagai polutan yang mencemari air dapat membuat perubahan pada warna air.

  • Memiliki bau yang tidak enak

Salah satu ciri dari air yang tercemar yaitu memiliki bau yang tidak enak karena air yang belum tercemar itu tidak memiliki bae. Pada saat kita menemui air yang memiliki bau maka air tersebut beresiko tercemar oleh suatu zat polutan tertentu.

Biasanya bau yang ditimbulkan dari air yang tercemar ini yaitu bau yang aneh, menyengat, ataupun busuk. Ada banyak polutan yang menyebabkan air itu mengalami perubahan bau, diantaranya adalah limbah industri, pertanian, atau rumah tangga.

  • Air mempunyai rasa

Ciri selanjutnya yang mengindikasikan air tercemar yaitu terjadi perubahan rasa karena air yang sehat itu tidak memiliki rasa, atau hambar. Nah jika air yang anda jumpai itu memiliki rasa tertentu baik itu rasa manis, asin, pahit dan sebagainya, maka air tersebut bisa dipertanyakan kemurniannya.

Ada banyak sekali zat yang dapat mencemari air sehingga air ini dapat mengalami perubahan rasa. Beberapa polutan yang dapat menyebabkan perubahan rasa pada air yaitu limbah rumah tangga, limbah cair dari pupuk, atau limbah industri.

  • Derajat keasaman atau pH

Hal yang mengindikasikan air tercemar yaitu derajat keasaman atau pH air. pH ini adalah derajat keasaman yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman ataupun tingkat kebebasan yang ada pada suatu larutan.

Air yang normal memiliki pH netral yaitu sekitar 7. jika air tersebut tercemar oleh suatu polutan maka air tersebut memiliki pH yang kurang atau lebih dari pH normal, yakni berkisar antara 4 hingga 6 atau 8 atau 9.

  • Terdapat perubahan suhu air

Air itu memiliki suhu yang rendah jika dibandingkan dengan suhu lingkungan, sehingga air terasa dingin apabila kita sentuh. Pada kondisi normal, air mempunyai suhu yang lebih rendah dari pada suhu lingkungan.

Misal suhu pada lingkungan kita dapati sebesar 30 derajat celcius, maka suhu air normal di lingkungan tersebut sekitar 25 sampai 27 derajat Celcius. Nah, apabila kita menemui air yang tidak dipanaskan atau dalam kondisi normal ini mempunyai perubahan suhu, maka hal ini mengindikasikan bahwa air bisa saja tercemar.

Misalnya pada kasus air digunakan sebagai pendingin mesin di pabrik. Pada kala itu air menyerap banyak kalor dari mesin- mesin pabrik. Akibatnya, kalor yang terserap oleh air ini berjumlah banyak sehinga suhu air menjadi meningkat. Pada saat kondisi air yang tercemar banyak kalor mesin ini dibuang ke sungai, hal ini dapat mengganggu kehidupan tumbuhan dan binatang yang hidup di sungai tersebut.

Maka dari itulah setelah air digunakan sebagai pendingin mesin, harus diolah terlebih dahulu sebelum di buang ke sungai. Bagaimanapun caranya kita harus selalu menjaga kelestarian air sungai.

Baca Juga Pentingnya Menganalis Air Dari Lingkungan

  • Terdapat endapan atau bahan terlarut

Endapan adalah bahan- bahan yang terdapat di dasar air. Sedangkan bahan terlarut merupakan bahan atau zat yang dapat bercampur menjadi satu dengan air tanpa kita sadari, yang tidak menimbulkan sisa (endapan atau ampas).

Endapan dan bahan terlarut ini dapat menimbulkan perubahan pada warna, rasa, bau, dan pH atau derajat keasaman pada air sehingga hal ini dapat menyebabkan air menjadi tercemar. Bahan endapan atau bahan terlarut seperti palstik, air sisa detergen, sisa pupuk cair atau insektisida, tumpahan minyak dan oli, dan lain sebagainya.

  • Kelebihan jumlah mikroorganisme

Sampah atau limbah padat yang menjadi polutan di dalam air ini tetap diuraikan oleh mikroorganisme. Akibatnya, semakin banyak sampah maka akan semakin banyak pula mikroorganisme yang hidup di air.

Mikroorganisme yang datang tersebut tidak semuanya bersifat baik, ada beberapa yang mungkin bersifat sebagai patogen, yakni pembawa penyakit. Dalam menguraikan sampah, mikroorganisme membutuhkan jumlah oksigen yang banyak. Akibatnya jumlah oksigen yang ada di perairan tersebut akan semakin sedikit.

  • Meningkatnya radioaktivitas air

Radioaktivitas ini ditimbulkan oleh berbagai zat radioaktif. Zat radioaktif yang berasal dari berbagai aktivitas manusia ini dapat mengakibatkan berbagai macam kerusakan biologis jika tidak ditangani dengan benar. Jika di dalam air itu memiliki banyak zat radioaktif maka air tersebut sangat beresiko tercemar.

B. Penyebab Tercemarnya Air

Berbagai aktivitas manusia dapat menimbulkan pencemaran pada air. Berikut ini beberapa aktivitas manusia yang menimbulkan pencemaran seperti :

  1. Aktivitas rumah tangga sehari- hari yang banyak menggunakan berbagai bahan kimia, seperti detergen, sabun, dan sebagainya.
  2. Aktivitas industri atau pabrik yang banyak menimbulkan limbah- limbah berbahaya.
  3. Kegiatan pertanian yang menggunakan pupuk maupun insektisida.
  4. Membuang sampah sembarangan di sumber air.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *