Pentingnya Menganalis Air Dari Lingkungan

Pentingnya Menganalis Air Dari Lingkungan karena air merupakan kebutuhan yang sangat penting dan tidak bisa diganti perannya bagi makhluk hidup. Kualitas air merupakan penentu kelangsungan pada kehidupan mahkluk hidup kedepannya, khususnya untuk manusia. Oleh sebab itu, pentingnya menganalisis air karena air bisa menjadi sangat berbahaya jika tidak tersedia dalam kondisi yang benar, baik untuk kualitas maupun kuantitasnya. Air yang jernih sangat didambakan oleh manusia, baik untuk keperluan hidup sehari-hari, untuk keperluan industri, untuk kebersihan sanitasi kota, maupun untuk keperluan pertanian atau perkebunan dan lain-lainnya.

Pentingnya Menganalis Air Dari Lingkungan

Pentingnya Menganalis Air Dari Lingkungan

Pencemaran air mempunyai pengertian bahwa adanya sifat-sifat air dari keadaan normal, bukan dari kemurnian air tersebut. Air yang ada di bumi ini tidak ada yang murni, namun bukan berarti semua sudah tercemar. Contoh, di daerah pegunungan atau hutan yang terpencil dengan udara bebas dan bersih dari pencemaran, air hujan yang turun itu selalu mengandung bahan-bahan terlarut, seperti CO2, 02  dan N2, serta bahan-bahan yang tersuspensi seperti debu dan partikel-partikel lainnya yang terbawa air hujan dari atmosfer. Biasanya air tersebut mengandung zat-zat kimia dalam kadar tertentu, baik zat kimia anorganik maupun organik.

Apabila kandungan zat-zat kimia tersebut terlalu banyak jumlahnya di dalam air, air tersebut dapat menjadi sumber bencana yang akan merugikan kelangsungan semua makhluk hidup disekitarnya. Kini semakin kita kedepan pentingnya menganalisis air dari lingkungan karena adanya pencemaran-pencemaran air oleh pabrik (industri) maupun rumah tangga, air menjadi masalah yang sangat perlu diperhatikan dengan serius. Karena kandungan zat-zat kimia di dalam air akan semakin meningkat dan pada akhirnya kualitas air tersebut menurun. Oleh karena itu, diperlukan (Alat Uji Kualitas Air) ini untuk menganalisa (menentukan) dan menghitung zat-zat kimia yang terkandung di dalam air, sehingga dapat diketahui air tersebut membahayakan kesehatan atau layak tidaknya untuk dikomsumsi maupun sudah tercemar atau belum.

1. Sumber Air

Secara keseluruhan, air yang terdapat pada permukaan bumi membentuk sebuah siklus (lingkaran) air. Air di lautan, sungai, danau, atau rawa yang akan menguap menjadi uap air. Titik uap akan bergerombol membentuk awan. Kandungan uap di awan akan terkondensasi menjadi butiran-butiran air hujan. Dan hujan akan membasahi permukaan bumi lalu meresap menjadi air tanah sehingga membentuk sumber mata air dan resapan menuju lautan. Siklus air tersebut akan berputar terus menerus.

Sumber air secara sederhana dapat diuraikan sebagai berikut:

1.) Air Laut

adalah air dari laut atau samudra. Air laut memiliki rasa asin karena mengandung senyawa garam dapar (NaCI), kadar garam 3,5 % dari jumlah total 1 liter (1000 ml) air laut. Saat ini teknologi yang dapat merubah air laut menjadi air tawar yang layak untuk dikomsumsi yaitu dengan cara osmosis terbalik, suatu proses penyaringan air laut dengan menggunakan tekanan dialirkan melalui suatu membran saring.

2.) Air Hujan

yaitu air yang terbentuk melalui cara alamiah dari proses alam. Proses awal pembentukan air hujan diawali ketika uap air yang datang dari sumber air di daratan alami penguapan, akibat pemanasan oleh sinar matahari. Uap air yang naik ke atas langit akan membuat awan dan air yang jatuh ke permukaan bumi disebut sebagai air hujan. Air hujan merupakan air bersih dan dapat langsung di konsumsi manusia. Namun pada saat air huja turun sudah tercemar oleh polusi udara (industri, kendaraan dan lain-lain) akhirnya air hujan tidak lagi mempunyai nilai pH yang normal lagi melainkan bersifat asam.

3.) Air Permukaan

adalah air yang terkumpul di atas tanah, antara lain mata air, sungai, sumur, dan danau. Air permukaan berasal dari air hujan yang meresap ke bawah permukaan sehingga menjadi sumber mata air di gunung atau hutan, kemudian akan mengalir ke permukaan bumi dan membentuk sungai, danau dan rawa. Air permukaan merupakan sumber terbesar untuk air bersih.

4.) Air Tanah

adalah air yang berada di dalam lapisan tanah atau bebatuan di bawah permukaan tanah. Air tanah mempunyai kandungan zat-zat kimia yang bervariasi, tergantung dengan keadaan tanah dan kondisi geografis pada daerahnya.

2. Tanda Pencemaran Air

Tanda bahwa lingkungan telah tercemar yaitu ketika adanya perubahan atau tanda yang dapat diamati digolongkan menjadi :

1.) Pengamatan Secara Fisika

Pengamatan secara fisik pada kualitas air dapat diketahui dengan menggunakan indera penglihatan, penciuman, kekeruhan, warna, perubahan suhu, bau dan mencicipi untuk mengetahui rasa.

2.) Pengamatan Secara Kimiawi

yaitu pengamatan dengan berdasarkan zat kimia yang terlarut, seperti perubahan nilai pH. Dengan mata telanjang tidak dapat diketahui keberadaan zat kimianya. Oleh karena itu, dengan menggunakan (Alat Ukur Kualitas Air) ini akan sangat mudah untuk diketahui keberadaan zat kimianya.

3.) Pengamatan Secara Biologis

yaitu pengamatan berdasarkan mikroorganisme yang ada di dalam air, terutama ada tidaknya bakteri pathogen.

Pengamatan yang umum diketahui pada memeriksa pencemaran air adalah mengetahui nilai ph atau konsentrasi ion hydrogen, oksigen terlarut (DO), (BOD), dan (COD)

1.) pH (Derajat keasaman)

Kualitas air yang baik atau netral berada rentang pH 6,5 Hingga 7,5. Air akan bersifat asam atau basa tergantung besar kecilnya pH. Jika pH di bawah pH normal, maka air tersebut bersifat asam sedangkan air yang mempunyai pH di atas pH normal bersifat basa.

2.) Oksigenn Terlarut (DO)

Nilai DO yang biasanya diukur dalam bentuk konsentrasi ini menunjukan jumlah oksigen (O2) yang tersedia dalam suatu badan air. Semakin besar nilai DO pada air, mengindikasikan air tersebut memiliki kualitas yang bagus. Sebaliknya jika nilai DO rendah, dapat diketahui bahwa air tersebut telah tercemar. Pengukuran DO juga bertujuan melihat sejauh mana badan air mampu menampung biota air seperti ikan dan mikroorganisme.

3.) Biochemical Oxygen Demand (BOD) / (KOB)

Nilai KOB merupakan suatu pendekatan umum yang menunjukkan jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk menguraikan zat organik terlarut dan sebagian zat-zat organik yang tersuspensi di dalam air. Di dalam pemantauan kualitas air, KOB merupakan salah satu parameter yang digunakan untuk mengukur tingkat pencemaran air.

3. pH Air Minum

pH merupakan suatu parameter yang sangat penting untuk menentukan kadar asam atau basa dalam air. Karna perubahan pH air dapat menyebabkan berubahnya bau, rasa dan warna. Pada proses pengolahan air seperti koagulasi, desinfeksi dan pelunakan air, nilai pH harus dijaga dengan rentang organisme partikulat terlibat.

Air murni bersifat netral, dengan pH-nya pada suhu 25 °C ditetapkan sebagai 7,0. Larutan dengan pH kurang daripada tujuh disebut bersifat asam, dan larutan dengan pH lebih daripada tujuh dikatakan bersifat basa atau alkali. Pengukuran pH sangatlah penting dalam bidang yang terkait dengan kehidupan atau industri pengolahan kimia seperti kimia, biologi, kedokteran, pertanian, ilmu pangan, rekayasa (keteknikan), dan oseanografi.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *