Biosafety Cabinet: Primary Containment dan Secondary Containment
Biosafety Cabinet (BSC) adalah perangkat penting dalam pengendalian risiko biologis, tapi tidak boleh dipahami sebagai satu-satunya pelindung. Perlindungan lab dibangun dari kombinasi peralatan, prosedur, fasilitas, dan kompetensi. Konsep primary containment dan secondary containment menjelaskan bagaimana lapisan perlindungan tersebut bekerja.
WHO menggunakan pendekatan berbasis penilaian risiko. Artinya pengendalian dipilih berdasarkan agen, aktivitas, kemungkinan paparan, peralatan, dan faktor lain yang relevan, bukan dari ukuran kabinet saja.
Apa Itu Primary Containment?
Primary containment adalah pengendalian sedekat mungkin dengan sumber bahaya untuk mencegah paparan personel dan pelepasan ke lingkungan kerja.
Contohnya adalah BSC, terutama untuk pekerjaan yang berpotensi menghasilkan aerosol atau percikan. CDC menjelaskan BSC sebagai sarana utama containment untuk pekerjaan tertentu dengan mikroorganisme infeksius, dan Class II BSC dirancang memberi perlindungan personel, produk/sampel, dan lingkungan.
Apa Itu Secondary Containment?
Secondary containment adalah lapisan pengendalian pada tingkat fasilitas. Tujuannya membatasi penyebaran bahaya dari area kerja ke ruang lain atau ke luar fasilitas.
- Pengaturan ruang dan kontrol akses
- Arah & pengaturan aliran udara fasilitas
- Permukaan yang mendukung dekontaminasi, fasilitas cuci tangan
- Pengelolaan limbah, prosedur dekontaminasi, pemisahan area risiko
WHO menempatkan desain dan pemeliharaan laboratorium sebagai komponen tersendiri dalam Laboratory Biosafety Manual.
Perbedaan Primary dan Secondary Containment

| Aspek | Primary | Secondary |
|---|---|---|
| Fokus | Dekat sumber bahaya | Tingkat fasilitas |
| Contoh | BSC dan perangkat containment lain | Desain ruang, HVAC, kontrol akses, pengelolaan limbah |
| Tujuan | Cegah paparan langsung saat aktivitas | Cegah penyebaran keluar area kerja |
Bagaimana BSC Berperan sebagai Primary Containment?
Class II BSC menggunakan directional airflow untuk membatasi kontaminan di area kerja. Namun kemampuan ini bergantung pada tipe kabinet, instalasi, penggunaan benar, pemeliharaan, dan pengujian. Keberadaan BSC saja tidak otomatis membuat semua pekerjaan aman.
Mengapa BSC Tidak Menggantikan Secondary Containment?
BSC hanya bekerja di area kerja dalam kabinet. Risiko lab juga berasal dari:
- Penyimpanan & transport internal bahan biologis
- Pembuangan limbah dan tumpahan di luar kabinet
- Pergerakan personel/material dan kegagalan peralatan lain
WHO menekankan penilaian risiko harus dilakukan sebelum aktivitas dan hasilnya menentukan langkah pengendalian.
Hubungan BSC dengan Desain Laboratorium
Penempatan BSC tidak terpisah dari kondisi ruangan. Perlu cek: ruang tersedia, lalu lintas personel, posisi pintu, hubungan dengan ventilasi, kebutuhan exhaust, akses maintenance, dan persyaratan manufacturer.
Apakah Semua Lab Butuh Secondary Containment Sama?
Tidak. WHO Laboratory Biosafety Manual 4th Edition bersifat risk- dan evidence-based, bukan satu konfigurasi untuk semua. Dua lab yang sama-sama pakai BSC belum tentu desain fasilitasnya identik.
Primary, Secondary, dan Risk Assessment
Risk assessment adalah penghubung bahaya dan pengendalian. Alurnya:
- Identifikasi aktivitas & bahaya
- Evaluasi kemungkinan paparan dan konsekuensi
- Tentukan pengendalian (termasuk BSC jika perlu)
- Evaluasi apakah pengendalian efektif
Risiko = kombinasi kemungkinan insiden dan konsekuensi. Faktornya dinamis: prosedur, peralatan, agen, dan kompetensi.
Contoh Penerapan Dua Lapisan

Primary: Pekerjaan berisiko aerosol dilakukan di BSC yang sesuai dengan SOP.
Secondary: Lab menyediakan pengaturan ruang, akses, fasilitas cuci tangan, pengelolaan limbah, dan prosedur tanggap insiden. Keduanya harus selaras.
Apakah Primary Containment = Biosafety Cabinet?
Tidak. Primary containment adalah konsep, BSC adalah salah satu perangkatnya. Secondary containment adalah lapisan fasilitas. Pembedaan ini penting agar tidak semua kebutuhan dipahami hanya dari satu alat.
Bagaimana Konsep Ini Membantu Memilih BSC?
Sebelum menentukan kabinet, tanyakan:
- Aktivitas apa & potensi aerosol?
- Butuh perlindungan personel, produk, lingkungan, atau kombinasi?
- Bagaimana kondisi ruangan, exhaust, dan ventilasi?
- Bagaimana limbah, dekontaminasi, pemeliharaan, dan pengujian?
Kesimpulan
Primary dan secondary containment adalah dua lapisan pengendalian risiko biologis. Biosafety Cabinet termasuk perangkat penting primary containment, tapi tidak menggantikan pengendalian fasilitas. Pendekatan yang tepat adalah berbasis risk assessment sesuai WHO, sehingga BSC ditempatkan sebagai bagian dari sistem biosafety yang lebih luas, bukan satu-satunya solusi.
Butuh Konsultasi & Penawaran Biosafety Cabinet?
Jika Anda membutuhkan bantuan menentukan tipe BSC, konfigurasi exhaust, dan kebutuhan desain fasilitas berdasarkan risk assessment, Tim Perusahaan kami siap membantu menyesuaikan dengan aplikasi laboratorium Anda.
Hubungi tim kami:
- Email: iwanjvm@gmail.com
- WhatsApp: 0813-9128-6789