Penyebab Retak Pada Beton Cor

Perlu diketahui bahwa banyak faktor yang menyebabkan keretakan pada beton semen, terutama pada konstruksi beton bertulang. Pada dasarnya retakan pada beton cor merupakan hal yang sangat mengganggu.

Jika struktur bangunan rumah tidak beton, kita khawatir beton tidak dicor. Jika Anda memasang atap kemudian mengalami kebocoran atau bocor pada atap non beton, hal ini juga bisa berbahaya.

Jenis Retak Pada Beton Cor

Keretakan pada beton cor dapat mengakibatkan kegagalan struktur bangunan dan pada akhirnya mengakibatkan biaya yang tinggi untuk mengatasinya. Beberapa contoh kemungkinan penyebab beton semen retak pada struktur bangunan antara lain:

  1. Beton Retak Rambut

Ini adalah retakan halus yang ditemukan pada beton cor dan biasanya retakan ini disebabkan oleh campuran beton yang tidak tepat atau karena terlalu banyak menambahkan air saat mencampur bahan beton dan juga dapat terjadi secara tidak merata. tingkat penyelesaian.

  1. Beton Retak Lebar

Jenis retakan ini berukutan 2 sampai 5 mm atau lebih pada permukaan beton. Alasan keberadaan ini adalah karena kegagalan struktur pada bangunan tersebut.

  1. Beton Cor retak lebar dan panjang

Dalam hal ini, satu retakan terjadi pada setiap permukaan beton berukuran 2 sampai 5 meter atau lebih. Selain itu, hal ini juga bisa terjadi karena kegagalan struktur atau konstruksi jalan karena kondisi tanah yang masih labil.

Penyebab Retak Pada Beton Cor

Penting untuk dicatat bahwa ada banyak alasan beton retak dan berikut ini adalah 10 alasan utama retaknya beton.

  1. Ketika beton semen jadi kurang ideal, sehingga proses pembuatan beton lebih memakan waktu daripada prosesnya. Untuk memperkirakan hasil akhirnya lebih baik, perlu direndam 3 kali.
  2. Jangan memperbaiki setelah mengambil. Agar beton dapat mengering dengan baik, diperlukan penyiraman atau perawatan beton dalam waktu 3 hingga 4 jam setelah proses pengecoran selesai. Gunakan kantong bekas untuk mengeringkan beton secara menyeluruh dan letakkan di atas beton, lalu tambahkan air secukupnya agar tetap lembap.
  3. Campuran bahan tidak merata, sehingga pencampuran bahan buangan harus dilakukan sesuai dengan kebutuhan struktur bangunan. Campuran beton semen tidak berbeda dengan campuran lantai garasi. Oleh karena itu penambahan air pada campuran beton yang dituang tidak boleh berlebihan.
  4. Terdapat beban beton semen yang melebihi kapasitas struktur gedung.
  5. Kerusakan cetakan sangat cepat. Pada non beton, sebaiknya dilakukan terutama bila umur cor lebih dari 21 sampai 28 hari.
  6. Beton telah melebihi umur yang ditentukan. Karena itu, jika bangunan beton tidak memungkinkan, akan terjadi retakan pada struktur bangunan.
  7. Terdapat kesalahan pada struktur tulangan, sehingga baja yang digunakan pada lembaran harus ber-SNI grade.
  8. Ada perubahan di lapangan yang dapat diverifikasi di tempat pembuangan berlangsung dan ini sangat penting.
  9. Menggunakan bahan yang tidak sesuai dengan SNI.
  10. Karena itu adalah bencana alam.

Biasanya untuk memperkirakan terjadinya keretakan pada dinding beton dapat dilakukan pengukuran dengan berbagai alat pengujian bahan bangunan.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *