Sertifikasi dan Pengujian Kinerja Biosafety Cabinet

Sertifikasi dan pengujian kinerja Biosafety Cabinet (BSC) merupakan bagian penting untuk memastikan kabinet keselamatan biologis dapat menjalankan fungsi primary containment sesuai desain. Pengujian tidak hanya tentang HEPA filter, tetapi juga mencakup inflow, downflow, pola aliran udara, integritas filter, instalasi, serta parameter keselamatan operasional.
Kinerja BSC harus diverifikasi terhadap persyaratan teknis yang berlaku dan kondisi instalasi aktual. Standar acuan internasional untuk Class II adalah NSF/ANSI 49. Pada 2026, NSF telah mempublikasikan edisi NSF/ANSI 49-2026.
Apa yang Dimaksud dengan Sertifikasi Biosafety Cabinet?
Istilah sertifikasi BSC sering dipakai untuk dua konteks berbeda, jadi perlu dibedakan.
1. Sertifikasi Produk Biosafety Cabinet
Sertifikasi produk adalah evaluasi desain, konstruksi, dan performa model BSC terhadap standar tertentu. Misalnya NSF melakukan sertifikasi Class II berdasarkan NSF/ANSI 49 yang mencakup desain, performa, keselamatan listrik, pencahayaan, kebisingan, dan getaran.
2. Field Certification atau Pengujian di Lokasi
Field certification dilakukan setelah pemasangan dan selama masa pakai untuk memverifikasi unit di lokasi masih beroperasi sesuai parameter yang dipersyaratkan. Posisi kabinet, ventilasi ruangan, penggantian filter, dan perbaikan internal dapat memengaruhi kinerja aktual.
CDC dalam BMBL menyebutkan operasi Class II BSC perlu diverifikasi saat instalasi dan minimal tahunan. Recertification juga diperlukan setelah ganti HEPA/ULPA filter, perbaikan komponen internal, atau relokasi.
Mengapa Biosafety Cabinet Harus Diuji?
Keberadaan HEPA filter saja tidak cukup. Filter bisa baik tapi pola aliran udara terganggu, atau sebaliknya kecepatan udara normal tapi ada kebocoran pada sistem filtrasi. Pengujian digunakan untuk memeriksa fungsi tersebut secara sistematis.
Parameter Utama Pengujian Kinerja Biosafety Cabinet

1. Downflow Velocity Test
Pengukuran kecepatan aliran udara ke bawah di area kerja. Nilai penerimaan harus mengacu pada standar, tipe kabinet, dan spesifikasi unit.
2. Inflow Velocity Test
Kecepatan udara masuk melalui bukaan depan. Ini bagian penting perlindungan personel. WHO menjelaskan pengujian ini untuk verifikasi kecepatan rata-rata aliran masuk.
3. Airflow Smoke Pattern Test
Visualisasi pola aliran udara untuk melihat apakah aliran di bukaan kerja dan area kerja sesuai, serta mendeteksi turbulensi, refluxing, atau dead spot.
4. HEPA Filter Integrity / Leak Test
Memeriksa kebocoran pada media filter dan area pemasangannya dengan metode aerosol uji. NSF memasukkan HEPA leak scan sebagai bagian uji kompetensi field certifier.
5. Site Installation Assessment
Pemeriksaan posisi kabinet, sistem exhaust, dan faktor instalasi yang dapat memengaruhi aliran udara.
6. Pencahayaan, Kebisingan, dan Getaran
Parameter operasional ini menjadi bagian persyaratan performa dan ergonomi sesuai NSF/ANSI 49.
Hubungan HEPA Filter dengan Pengujian Kinerja BSC
Pada Class II Type A2, sebagian besar udara disirkulasikan kembali melalui HEPA suplai untuk downflow, sebagian diekstraksi melalui HEPA exhaust. Pengujian filter saja tidak membuktikan airflow memenuhi syarat.
Apakah Semua Biosafety Cabinet Pengujiannya Sama?
Tidak. Class I, II, III memiliki prinsip containment berbeda. Bahkan di dalam Class II tipe A1, A2, B1, B2 konfigurasinya berbeda.
Kapan BSC Perlu Disertifikasi Ulang?
Verifikasi saat instalasi dan minimal tahunan. Recertification setelah ganti HEPA/ULPA filter, perbaikan internal, atau relokasi. Laboratorium juga bisa menetapkan interval tambahan berdasarkan risk assessment dan SOP.
Apa yang Harus Ada di Laporan Pengujian?
-

Pengujian HEPA Filter Integrity Leak Test BSC Identitas BSC, merek, model, serial number
- Lokasi, tanggal pengujian, tipe BSC
- Standar/metode yang digunakan
- Parameter yang diuji, hasil pengukuran, kriteria penerimaan
- Identitas & kalibrasi instrumen uji
- Identitas teknisi/field certifier dan status hasil
Kesimpulan
Sertifikasi dan pengujian kinerja BSC memverifikasi kabinet beroperasi sesuai persyaratan teknis. Pengujian mencakup inflow velocity, downflow velocity, smoke pattern, HEPA leak, instalasi, serta parameter operasional lain.
Sudah Paham Soal Sertifikasi BSC? Sekarang Waktunya Cek Alat Uji Anda
Membahas sertifikasi dan pengujian kinerja Biosafety Cabinet seperti di atas memang tidak cukup hanya teori – butuh instrumen uji yang presisi dan terkalibrasi. Banyak lab gagal sertifikasi ulang bukan karena BSC nya rusak, tapi karena anemometer atau particle counter nya tidak akurat.
Di Dropshiper.co.id – Solusi Alat Ukur & Uji Digital Terlengkap: Standar Baru Presisi untuk Kebutuhan Industri Anda, kami menyediakan kategori lengkap untuk kebutuhan ini: INSTRUMEN LABORATORIUM, ANALISIS AIR DAN LINGKUNGAN, dan ALAT UKUR SUHU & KELEMBAPAN.
Anda sedang butuh alat untuk pengujian apa dan ingin beli untuk kebutuhan lab / industri apa? Ceritakan saja kebutuhan Anda, Tim kami siap bantu pilihkan paket yang paling pas dengan budget dan standar NSF/ANSI 49-2026. DAPATKAN PENAWARAN hari ini.
Hubungi Tim Dropshiper:
- Email: iwanjvm@gmail.com
- WhatsApp: 0813-9128-6789 – Respon Cepat