Proses Menyimpan Gabah dan Beras Secara Aman

Proses Menyimpan Gabah dan Beras Secara Aman – Penyimpanan gabah adalah salah satu proses yang menjaga suhu dan kelembaban tertentu. Penyimpanan harus sangat diperhatikan dengan benar karena dari penyimpanan ini dapat berpengaruh terhadap kualitas dan mutu gabah atau beras tersebut.

Dalam penyimpanan penyusutan hasil panen gabah maupun beras merupakan hal yang sudah biasa terjadi. Hal ini disebabkan dari beberapa faktor seperti kondisi kemasan yang tidak baik, tempat penyimpanan yang tidak bersih atau higienis, gangguan hama. Juga disebabkan oleh kondisi cuaca pada daerah tersebut yang tidak baik atau sering hujan.

Sedia : Alat Uji Keputihan Beras C-600 dan Proses Mengelolah Biji Buah Kakao Pasca Panen

Proses penyimpanan gabah merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Jika dalam proses tersebut salah maka akan mengakibatkan terjadinya tumbuhnya jamur, serangan serangga, respirasi tinggi, dan kutu beras yang dapat berpengaruh menurukan kualitas dan mutu beras.

Berikut ini Proses Menyimpan Gabah dan Beras Secara Aman

Pada umumnya Penyimpanan Gabah itu dapat dibagi menjadi :

Cara penyimpanan menggunakan kemasan (bag store) sama halnya dengan penyimpanan plastik dan karung goni di dalam gudang. Penyimpanan dengan cara ini dapat dilakukan dalam skala kecil maupun besar.

Menggunakan Sistem curah (bulk storage). Maksudnya yaitu gabah yang sudah kering akan dicurahkan ke dalam suatu tempat yang bersih, kuat, serta aman dari gangguan hama maupun cuaca seperti halnya silo atau bunker.

Proses penyimpanan ini perlu untuk memperhatikan faktor seperti aerasi, fumigasi dan monitoring suhu dan kualitas gabah. Aerasi ini bertujuan agar memberikan sirkulasi udara yang baik pada gabah selama proses penyimpanan sehingga gabah dapat disimpan dalam waktu yang lama. Di sini Fumigasi bertujuan untuk memberantas hama dan serangga yang mungkin dapat menyerang gabah.

Sedangkan monitoring suhu dilakukan agar dapat mengetahui kenaikan dan penurunan suhu pada ruangan penyimpanan gabah. Jika suhu ruangan penyimpanan terlalu tinggi juga bisa menjadikan indikator adanya respirasi yang berlebihan yang dapat mengakibatkan rusaknya gabah. Proses monitoring ini sebaiknya dilakukan setidaknya sekali dalam seminggu.

Baja Juga : Proses Panen & Penanganan Pasca Panen Padi

Proses penyimpanan akan sangat berpengaruh terhadap hasil susutnya, sebagai contoh :

  • Jika melakukan penyimpanan gabah atau beras pada karung yang tertutup akan menyebabkan susut hasil 0,34 % selama 5 bulan
  • Gabah yang disimpan dalam keadaan curah akan menyebabkan susut hasil hingga 0,58 % selama 5 bulan
  • Gabah basah dengan kadar air 26 % yang disimpan dengan dicampur garam dapur 2% akan tahan selama 70 hari, dengan kerusakan < 1% dan rendemen giling mencapai 64, 22 %

Langkah-langkah penyimpanan gabah dalam gudang

  • Sediakan gudang yang memiliki ventilasi yang baik, memiliki atap yang tinggi dan juga memiliki alas yang baik.
  • Pastikan gabah memiliki nilai kadar air 12 – 13% jika semakin tinggi nilainya kadar air maka daya tahan gabah juga akan berkurang. Untuk memastikan nilai kadar air pada gabah atau beras anda dapat mengukurnya dengan moisture meter JV006.
  • Pastikan karung atau plastik yang digunakan untuk membungkus gabah memiliki  ukuran yang sama.
  • Susunlah tumpukan karung yang berisi gabah secara teratur dan tidak terlalu tinggi.
  • Gunakan pallet atau papan sebagai alasnya.

Demikian Proses menyimpan gabah dan beras secara aman untuk meminimalisir adanya susut hasil seminimal mungkin.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *