Penyebab Kegagalan Tanaman Hidroponik

Penyebab Kegagalan Tanaman HidroponikPastinya kita sudah tidak asing jika mendengar tanaman hidroponik. Iya Tanaman Hidroponik yaitu cara membudidaya tanaman dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan media tanah dengan mengutamakan kebutuhan nutrisi bagi tanamannya.

Penanaman dengan metode hidroponik kini menjadi penanaman karena tidak membutuhkan lahan yang luas dan penanamannya pun cukup mudah. Namun dalam penanaman hidroponik itu membutuhkan perhatian khusus dan persiapan yang lebih matang. Asalkan kita mampu memenuhi nutrisi dan tempat yang dibutuhkan tanaman, maka hasil yang akan kita dapat memuaskan kita.

Namun bagi pemula yang sering mengalami masalah pada tanaman hidroponiknya, contoh setelah tunas mulai tumbuh mulai tumbuh sekitar 6cm kemudian batang mengalami patah lalu mati. Agar dapat menghindari gagalnya penanaman hidroponik ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Contohnya pencahayaan yang cukup, kebersihan dan kualitas udara, oksigen yang cukup, nutrisi yang cukup dan struktur masa lalu yang mendukung media hidroponik.

Berikut ini Penyebab Kegagalan Tanaman Hidroponik:

  • Pencahayan yang cukup

Perlu diingat bahwa tanaman itu melakukan fotosintesis sebagai proses pengolahan makanan yang akan dijadikan sumber energi bagi tanaman. Tanaman melakukan fotosintesis itu dengan bantuan dari sinar matahari. Jika anda mengalami masalah seperti batang menyusut dan layu itu menandakan tanaman yang kekurangan penyinaran dari sinar matahari. Bila bercocok tanam hidroponik dengan ruangan yang tertutup anda dapat menggantikannya dengan cahaya lampu. Pemberian cahaya pada tanaman biasa hanya membutuhkan waktu selama 8 – 10 jam setiap hari.

  • Kebersihan dan kualitas udara

Dalam penanaman hidroponik itu tidak membutuhkan media tanah, akan tetapi menggunakan media air dan nutrisi. Sehingga kebutuhan air dalam penanaman hidroponik itu harus sangat diperhatikan. Jadi, udara yang akan digunakan dalam penanaman hidroponik dengan kadar pH 5 – 7, nah untuk memastikan kadar pH udara itu sudah sesuai dengan ketentuannya dan dapat menggunakan alat ukur pH Meter.

Jika Anda menggunakan PDAM udara sebagai medianya sebaiknya air itu di tempat dan di diamkan selama 7 – 10 hari sebelum air itu digunakan, hal ini bertujuan agar pH udara sesuai untuk tanamannya.

  • Pemberian Nutrisi

Pemberian nutrisi merupakan salah satu kunci dalam melakukan penanaman hidroponik. Salah satu kesalahan yang sering dilakukan pemula yaitu dalam pembuatan dan pemberian nutrisi / pupuk hidroponik pada tanaman. Oleh sebab itu sebelum anda terjun ke dunia hidroponik tahu bahwa anda sudah memahami nutrisi yang tepat untuk tanaman hidroponik.

  • Oksigen

Menjaga kadar oksigen dalam penanaman hidroponik udara itu sangat perlu diperhatikan dengan baik agar akar dapat menyerap nutrisi dengan baik. Akar dapat mengalami kesulitan dalam menyerap nutrisi jika posisi udara diam, agar dapat mencegah hal itu kita dapat menggunakan pompa hidroponik agar udara berjalan atau bergerak membawa oksigen.

  • Struktur media pendukung hidroponik

Hal selanjutnya yang perlu anda perhatikan untuk media pendukung tanaman hidroponik seperti net pot, paralon dan lainya tidak boleh bergeser posisinya karena dapat menyebabkan batang patah. Jika tanaman sudah mulai tumbuh tinggi alangkah baik kita beri tiang pada tanaman untuk menyangga tanaman agar lebih aman.

Beberapa hal yang harus diperhatikan agar tanaman tidak rusak dan mengalami kegagalan dalam menggunakan sistem hidroponik.

Selamat Mencobanya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *