Penjelasan dan Fungsi Bendungan

Penjelasan dan Fungsi Bendungan – Bendungan adalah sebuah konstruksi yang dibuat untuk menahan laju air atau menyimpan air ketika terjadi air yang berlebihan saat musim penghujan. Air yang melimpah ini dapat digunakan untuk keperluan pertanian dan berbagai keperluan lainnya pada saat musim kemarau.

Khususnya di indonesia dalam satu tahun persediaan air dapat berubah – ubah. Misal pada musim kemarau air ini sangat susah didapatkan namun pada saat musim penghujan tiba air akan sangat melimpah. Nah di sinilah bendungan dapat berfungsi untuk memenuhi kebutuhan air dalam kehidupan sehari.

Bendungan ini juga dapat mengatur besar kecilnya aliran sungai di sebelah hilirnya agar menjadi lebih merata sepanjang tahunnya. Selain itu juga berfungsi sebagai pengendali banjir yang efektif dan berbagai keperluan lainnya.

Berikut ini Penjelasan dan Fungsi Bendungan :

A. Fungsi Bendungan 

Menurut Sarono dkk (2007), bendungan memiliki beberapa fungsi sebagai berikut :

  • Tempat Irigasi

Disaat musim penghujan, air hujan yang turun pada daerah tangkapan air atau bendungan sebagian besarnya akan ditampung. Air tampungan ini nantinya dapat digunakan pada saat musim kemarau sebagai irigasi lahan pertanian, perkebunan atau berbagai keperluan lainnya.

  • Penyediaan Air Baku

Bendungan atau Waduk selain digunakan untuk pengairan persawahan juga dimanfaatkan sebagai bahan baku air minum dimana daerah perkotaan sangat langka dengan air bersih.

  • Sebagai PLTA

Dalam menjalankan fungsinya sebagai PLTA, bendungan dibuat untuk menghasilkan kapasitas listrik yang sesuai dengan kebutuhan. Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) adalah suatu sistem pembangkit listrik yang biasanya terintegrasi dalam bendungan dengan memanfaatkan energi mekanis aliran air untuk memutar turbin, diubah menjadi energi listrik melalui generator.

  • Pengendali Banjir

Dengan tidak dibangunnya bendungan-bendungan di bagian hulu sungai kemungkinan besar akan terjadi banjir saat musim hujan. Oleh karena itu dibangunnya bendungan ini berfungsi sebagai pengendali banjir. Jika pada musim kemarau datang air yang tertampung tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan antara lain untuk irigasi lahan pertanian, perikanan, perkebunan, pariwisata dan lain sebagainya.

Baca Juga : 9 Jenis Bahan Material Bangunan Untuk Konstruksi

 

B. Jenis-jenis Bendungan

Menurut Sani (2008), bendungan dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis yaitu :

1. Bendungan Menurut ukuran

Menurut ukurannya bendungan memiliki dua jenis yaitu :

  • Large Dams merupakan bendungan besar yang memiliki tinggi lebih dari 10 m, diukur dari bagian bawah pondasi sampai puncak bendungan.
  • Small Dams yaitu bendungan kecil yang tidak mempunyai syarat seperti bendungan besar (Large Dams).

2. Bendungan berdasarkan tujuan pembangunan

Berdasarkan tujuan pembangunannya, terdapat dua jenis bendungan, yaitu:

  • Bendungan dengan tujuan tunggal (Single Purpose Dams) merupakan bendungan yang dibuat untuk memenuhi satu tujuan saja misalnya PLTA.
  • Multi Purpose Dams ( bendungan serba guna ) ini dibangun agar memenuhi berbagai tujuan misalnya untuk irigasi, PLTA, pariwisata dan perikanan.
3. Bendungan menurut penggunaannya

Menurut penggunaannya, memiliki tiga jenis bendungan yaitu :

  • Storage Dams adalah bendungan yang membentuk waduk yang berfungsi menyimpan air berlebihan yang nantinya akan digunakan pada waktu yang diperlukan.
  • Diversion Dams yaitu bendungan penangkap atau pembelok air. Jenis bendungan ini dibangun agar permukaan air lebih tinggi, sehingga dapat mengalir masuk kedalam saluran air atau terowongan air.
  • Distension Dams merupakan bendungan untuk memperlambat air, hal ini bertujuan agar dapat mencegah terjadinya banjir.

4. Bendungan berdasarkan jalannya air

  • Berdasarkan jalannya air, bendungan ini terdapat dua jenis yaitu :
  • Overflow Dams adalah sebuah bendungan yang dibangun untuk dilewati air misalnya, pada bangunan pelimpas (Spillway).
  • Jenis Non Overflow Dams merupakan bendungan yang sama sekali tidak boleh dilewati air. Biasanya dibangun berbatasan dan biasanya terbuat dari beton, pasangan batu, atau pasangan bata.

5. Bendungan menurut konstruksinya

Menurut konstruksinya, bendungan ini memiliki empat jenis yaitu :

  • Homogeneus Dams yaitu sebuah bendungan yang lebih dari setengah volumenya terdiri dari bahan bangunan yang seragam.
  • Zoned Dams adalah bendungan yang terdiri dari beberapa lapisan seperti, lapisan kedapan air (WaterTight Layer), lapisan batu (Rock Zones), lapisan batu teratur (Rip-rap) dan lapisan pengering (Filter zones).
  • Impermeable Face Rock Fill Dams merupakan bendungan urugan batu berlapis-lapis yang lapisan kedap airnya diletakan di sebelah hulu bendungan. Lapisan yang biasanya digunakan yaitu aspal dan beton bertulang.
  • Bendungan beton (Concrete Dams) yaitu bendungan yang dibuat dari konstruksi beton baik dengan tulangan atau tidak.

6. Bendungan berdasarkan fungsi

Berdasarkan fungsinya, bendungan mempunyai beberapa fungsi yaitu :

  • Primary Cofferdam Dike (bendungan pengelak pendahuluan)
  • Cofferdam (bendungan pengelak)
  • Main Dams (bendungan utama)
  • Bendungan sisi (High Level Dams)
  • Bendungan ditempat rendah (Saddle Dams)
  • Tanggul (Dyke, Levee)
  • Industrial Waste Dams (bendungan limbah industry).
  • Bendungan pertambangan (Mine Tailing Dam, Tailing Dams).

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *