Pengertian Media Untuk Penanaman Tumbuhan

Pengertian Media Untuk Penanaman Tumbuhan

Media Tanam – Deskripsi, Fungsi, Pembuatan, Organik & Anorganik – Media tanam adalah cara yang dapat digunakan untuk menumbuhkan tanaman dan tempat menahan akar untuk menguatkan tanaman. Media tanam adalah komponen utama dari pertanian. Media tanam yang akan digunakan harus disiapkan sesuai dengan jenis tanaman yang akan ditanam.

Bahan yang digunakan untuk menyebarkan media harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :

  1. Hal ini dapat digunakan sebagai tegakan tanaman dan untuk dapat mendukung tanaman.
  2. Ia mampu mengikat air dan unsur hara yang dibutuhkan tanaman untuk pertumbuhannya.
  3. Itu dapat mempertahankan kelembaban di sekitar akar tanaman.
  4. Bebas dari hama dan penyakit serta bebas dari gulma.
  5. Tingkat keasaman (pH) antara 6,0 hingga 6,5.
  6. Memiliki drainase dan aerasi yang baik.
  7. Ini disterilkan dengan operasi.

Fungsi Media Tanam

Kegunaan media media, antara lain:

  • Daerah di mana akar berkembang dan tumbuh dengan baik.
  • Penopang tanaman dan bonggol untuk tumbuh dengan baik
  • Ahli gizi untuk tanaman
  • Pasokan air untuk tanaman

Jenis-Jenis Media Tanam

Tergantung pada jenis bahan tanam, media tanam dibagi menjadi bahan organik dan anorganik.

Bahan Organik

Media tanam yang termasuk dalam kelompok makhluk hidup umumnya berasal dari komponen biologis, misalnya bagian tumbuhan seperti daun, batang, bunga, buah atau kulit kayu. Ada beberapa jenis pupuk yang dapat digunakan sebagai media, yaitu:

1. Arang

Arang bisa berasal dari kayu atau batok kelapa. Sangat cocok untuk tanaman anggrek di daerah dengan kelembaban tinggi, karena arang tidak mampu menyerap air. Selain itu, media berbahan bakar arang tidak mudah habis sehingga sulit tumbuh jamur yang dapat merugikan tanaman. Kekurangan dari cara tanam ini adalah tidak memiliki unsur hara, sehingga perlu ditambah dengan cara pemupukan. Arang kayu memiliki bentuk yang lebih kecil dari cangkang kerang. Jadi, dibandingkan dengan arang tempurung, arang kayu lebih baik digunakan sebagai tempat penanaman karena strukturnya yang sangat kecil untuk membantu menyerap air.

Bagaimana cara Pembuatannya :
  • Arang kayu
    • Sediakan kayu kering yang akan dijadikan arang. Usahakan kayu yang mudah terbakar, tahan lama dan sangat ringan.
    • Buat lubang dangkal di tanah, lebar dan dalamnya disesuaikan dengan panjang dan jumlah kayu.
    • Atur kayu dalam lubang, lalu bakar.
    • Setelah kayu yang terbakar terlihat mengkilat, tutup lubang dengan rapat dengan bahan yang mengandung seng atau untuk mencegah masuknya udara ke dalam lubang dan api padam.
    • Diamkan selama beberapa hari sampai benar-benar dingin.
    • Siap untuk digunakan.
  • Arang Tempurung 
    • Siapkan batok kelapa kering untuk dijadikan arang.
    • Buat lubang dangkal di tanah, lebar dan dalamnya disesuaikan dengan jumlah cangkang yang akan dikerjakan.
    • Masukkan cangkang ke dalam lubang, lalu bakar.
    • Setelah batok yang terbakar terlihat mengkilat, basuhlah dengan air agar tidak menjadi abu.
    • Keringkan batok arang sampai benar-benar kering.
    • Arang tempurung siap untuk digunakan.

Baca Juga : 7 Saran Pupuk Organik Yang baik Untuk Tanaman

Cara menggunakan media tanam arang :

Sebelum digunakan, arang harus dipecah menjadi potongan-potongan kecil sebelum membuatnya mudah dimasukkan ke dalam pot. Ukuran potongan arang ini tergantung dari wadah yang digunakan untuk menanam dan jenis tanaman yang akan ditanam. Untuk mengisi wadah dengan diameter 15 cm atau lebih, digunakan potongan arang berukuran panjang 3 cm, lebar 2-3 cm, dan tebal 2-3 cm. Untuk pot yang lebih kecil, ukuran pembakar arang juga harus lebih kecil.

2. Tanaman pakis

Berdasarkan warnanya, batang pakis dibedakan menjadi 2, yaitu batang pakis hitam dan batang coklat. Dari kedua spesies tersebut, batang pakis hitam yang umum digunakan sebagai media. Batang pakis hitam berasal dari tanaman pakis yang lebih tua sehingga lebih kering. Keistimewaan: Media batang pakis mudah mengikat, berventilasi baik dan berair, serta sangat fleksibel sehingga dapat dengan mudah ditembus oleh akar tanaman.

3. Kompos

Pupuk kompos adalah sistem alami yang bahan dasarnya berasal dari proses fermentasi tanaman atau organisme hidup, seperti rumput, daun, daun, rumput dan sampah kota. Keistimewaan: Pupuk kompos mampu merehabilitasi tanah dengan memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi. Dikenal dua jenis kompos, yaitu Soil Ameliorator dan Soil conditioner

Soil conditioner merupakan bagian dari pemupukan yang bertujuan untuk memperbaiki struktur tanah, khususnya tanah kering, sedangkan Soil Ameliorator berfungsi untuk meningkatkan kapasitas tukar tanah. Kompos yang akan digunakan sebagai bahan tanam berventilasi penuh, ditandai dengan perubahan warna bahan (coklat tua), tidak berbau, kadar air rendah, dan memiliki suhu ruangan.

4. Moss

Moss merupakan tumbuhan yang tumbuh dari akar tumbuhan paku-pakuan. Ciri-ciri: Moss memiliki banyak lubang yang memungkinkan akar tanaman tumbuh dan tumbuh bebas, mampu menahan air dengan baik dan memiliki sistem air dan udara yang lancar.

5. Pupuk

Pupuk kandang adalah pupuk alami dari kotoran hewan. Kandungan nutrisi yang lengkap seperti natrium (N), fosfor (P), dan kalium (K) membuat kompos cocok digunakan sebagai bahan tanam. Pupuk kandang yang akan digunakan sebagai bahan tanam harus sudah matang dan belum tercampur. Hal ini ditunjukkan dengan warna Pupuk kandang yang hitam pekat. Pemilihan pupuk yang matang dimaksudkan untuk mencegah munculnya bakteri atau jamur yang dapat merusak tanaman.

Cocopeat

Cocopeat yaitu media tanam yang terbuat dari sabut kelapa. Tanaman yang cocok untuk dibudidayakan di areal tanam ini adalah aglonema.

Manfaat cocopeat:
  1. Ini dapat digunakan dengan tanah atau bahan tumbuh lainnya seperti sekam panggang.
  2. Cocopeat memiliki sifat yang mudah menyerap dan menahan air.
  3. Memiliki pori-pori yang membantu pertukaran udara dan sinar matahari.
  4. Ini dapat menahan masalah air dan komponen kimia pupuk dan dapat mengurangi keasaman tanah.
  5. Ini mengandung jamur Trichoderma (sejenis enzim yang berasal dari jamur) yang dapat mengurangi penyakit di tanah untuk menjaga tanah gembur dan subur.
  6. Coco peat dapat menyimpan air dan pupuk kimia serta dapat mengurangi keasaman tanah. Berkat bahan ini, coco peat dapat digunakan sebagai cara yang bagus untuk menanam tanaman dan media rumah kaca.
Kekurangan cocopeat :
  1. Tidak mengandung unsur hara sehingga membutuhkan lebih banyak pupuk seperti pupuk.
  2. Mengandung tanin yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Namun tanin dapat dihilangkan dengan merendam sabut kelapa dalam air bersih selama beberapa jam, kemudian diaduk hingga meluap. Buang airnya dan ganti dengan air bersih. Begitu seterusnya hingga busanya tidak keluar.
Cara membuat cocopeat:
  • Siapkan batok kelapa tua.
  • Ambil tongkat di atas serat di dalam sabut.
  • Untuk menghilangkan tanin, rendam gabus selama 2-3 hari dalam air. Air terbaik yang bisa digunakan adalah air keran dengan klorin. Salah satu caranya adalah dengan memasak atau berendam di air panas.
  • Jemur di bawah sinar matahari hingga benar-benar kering agar tidak berjamur atau berjamur.
  • Cocok untuk digunakan. Cocopeat sering dicampur dengan sekam bakar, fungsinya untuk memperbaiki struktur/pelepasan tanah.

Sekam

Sekam padi adalah sekam dari Kulit biji padi yang dihancurkan. Sekam padi yang biasa digunakan sebagai media tanam adalah kulit sangrai dan serealia mentah. Cangkang bakar dan cangkang mentah memiliki tingkat porositas + yang sama. Seperti halnya media, keduanya berperan penting dalam memperbaiki struktur tanah sehingga sistem udara dan air di dalam tanaman dapat diperbaiki.

Sekam bakar adalah sekam yang telah habis pada saat pembakaran sedangkan sekam hijau yang belum lolos pada saat pembakaran. Keuntungan dan kerugian dari sekam panggang dan sekam mentah :

  • Sekam bakar tidak perlu disterilkan karena bakteri patogen mati selama pembakaran. Kulit batang yang terbakar memiliki kandungan Karbon (C) yang tinggi sehingga menyebabkan luas tanam menyusut. Namun, kulit panggang cenderung mudah terurai.
  • Sekam mentah merupakan tanaman yang mudah menyerap air, tidak mudah menyusut dan merupakan sumber kalium (K) yang dibutuhkan tanaman, tidak mudah menembus atau membersihkan akar tanaman agar tumbuh dengan baik. Namun, kulit kayu hijau sering kekurangan nutrisi.
Cara membuat sekam bakar:
  • Dipanaskan hingga menghitam namun teksturnya tetap kencang dan tidak berubah menjadi abu. Dengan memanggang, kulit batang menjadi arang sekaligus penyucian biji dari hama.
  • Setelah hitam padamkan api.
  • Biarkan dingin sepenuhnya.
  • Cocok untuk digunakan. Bisa dicampur dengan media tanam seperti cocopeat.
Humus

Humus adalah semua jenis hasil dari pelapukan bahan organik oleh jasad mikro. Karakteristik : humus memiliki kapasitas tukar ion yang tinggi sehingga dapat mempertahankan nutrisi.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *