Cara Panen dan Penanganan Pasca Panen Kacang Hijau

Cara Panen dan Penanganan Pasca Panen Kacang Hijau – Kacang hijau merupakan salah satu tumbuhan yang masuk dalam kategori polong-polongan. Kacang hijau ini mempunyai banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari yaitu sebagai sumber bahan makanan yang memiliki sumber protein nabati tinggi. Kacang hijau dapat diolah, dengan beragam jenis makanan seperti bubur, isi bagian onde-onde dan bakpau, juga dapat dijadikan makanan ringan seperti rempeyek.

Penanganan kacang hijau bertujuan agar mendapatkan hasil kacang hijau yang sesuai dengan harapan. Nah agar mendapatkan kacang hijau dengan hasil yang baik perlunya penanganan pasca panen sesuai dengan prosedur. Penanganan ini bertujuan untuk menjaga komodias panen dari perubahan-perubahan yang tidak diinginkan selama proses penyimpanan. Hal yang tidak diinginkan itu seperti pertumbuhan tunas, pertumbuhan akar, batang bengkok, buah keriput, polong alot, ubi berwarna hijau, terlalu matang, dll.

Cara Panen dan Penanganan Pasca Panen Kacang Hijau

  • Panen

Penentuan waktu dan cara memanen itu sangat penting untuk diperhatikan. Jika tidak memperhatikan dua hal tersebut maka nantinya akan menerima hasil yang tidak maksimal. Maka dari itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menentukan waktu dan cara panen kacang hijau yang tepat sbb berikut :

  • Ciri dan umur panen

Mengapa menentukan masa panen sangatlah penting ? ya selain agar mendapatkan hasil berkualitas, namun juga agar menjaga biji tidak berceceran karena pecahnya polong. Kacang hijau yang siap panen itu berumur sekitar 58 – 65 hari, sedangkan varietas berumur panjang sekitar 100 hari.

Berikut ini Cara Panen dan Penanganan Pasca Panen Kacang Hijau :

  1. Pemanenan dilaksanakan jika polong mudah pecah atau memiliki warna hitam.
  2. Proses panen alangkah baiknya di pagi atau sore hari, hal ini untuk menghindari pecahnya polong.
  3. Sebelum biji kacang di pisahkan dengan kulitnya, polong yang telah dipanen di jemur dibawah panasnya sinar matahari.
  4. Jika sudah dinyatakan kering, polong di kupas dengan cara di masukan ke dalam karung. Lalu pukul-pukul karung itu menggunakan kayu yang di selimuti karet.
  5. Setelah terlepas dari kulit polong, biji di tampi untuk memisahkan dari kulit dan kotoran lainnya.
  6. Biji yang sudah bersih bisa dijemur kembali sampai kering, lalu baru menyimpannya.
  • Pengeringan

Jika sudah melalui proses pemanenan kemudian kacang hijau yang masih dibungkus oleh polongnya kemudian dibawah sinar matahari. Kegiatan dari pengeringan kacang polong ini bertujuan agar kadar air yang terkandung pada kacang polong itu menurun. Selain itu juga lebih mudah dalam melepaskan biji kacang hijau dengan kulitnya, biasanya biji kacang hijau kering itu memiliki kadar air antar 10-12%. Dimana di nilai tersebut merupakan salah satu nilai yang bagus agar kacang hijau dapat disimpan dengan tahan lama.

Agar dapat mengetahui nilai tersebut anda dapat mengukurnya dengan menggunakan moisture meter ini dapat mengukur dengan cepat dan akurat. Moisture meter yang cocok untuk mengukur kadar air pada biji kacang hijau yaitu alat kelembaban bijian MC-7828G yang satu ini sudah menjamin dengan keakuratannya.

  • Perontokan

Jika kulit polong sudah kering selanjutnya masukan ke dalam karung kemudian dipukul-pukul menggunakan kayu atau bambu yang sudah dilapisi dengan karet dalaman ban. Hal ini bertujuan agar mengantisipasi kerusakan biji kacang hijau yang terjadi pada saat pemukulan yang terlalu keras. Apabila sudah dipukul-pukul kemudian biji kacang hijau dipisahkan dari kotoran kulitnya dengan cara di tampi menggunakan tampah.

  • Penyimpanan

Sebelum melakukan penyimpanan pastikan kadar air pada kacang hijau tersebut memiliki kadar air yang rendah. Hal ini bertujuan agar penyimpanan dapat dilakukan dalam jangka waktu yang lama. Penyimpanan sebaiknya menggunakan karung goni, kenapa ? jika penyimpanan menggunakan plastik dapat menyebabkan kelembaban pada biji kacang hijau yang sebelumnya sudah kering.

Simpanlah karung goni yang berisi biji kacau hijau ini pada ruangan penyimpanan yang kering dan tidak lembab. Namun sebelum meletakkan karung itu sebaiknya beri alas dari bahan kayu setinggi 15 cm dari permukaan lantai tujuan ini agar karung tidak berhubungan secara langsung dengan lantai.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *