Cara Membuat Beton Ringan Dengan Bahan Alami

Beton ringan adalah jenis beton yang banyak digunakan dalam konstruksi bangunan. Beton ringan memiliki kelebihan dalam hal berat yang lebih ringan, tahan lama, dan ramah lingkungan. Di sisi lain, bahan-bahan alami dapat menjadi alternatif pengganti bahan-bahan kimia yang sering digunakan dalam pembuatan beton ringan. Dalam artikel ini, akan dibahas mengenai cara membuat beton ringan dengan bahan alami.

Bahan-Bahan Alami Yang Digunakan

Beberapa bahan alami yang dapat digunakan untuk membuat beton ringan adalah abu vulkanik, serbuk kayu, serat kelapa, tanah liat dan batu apung. Abu vulkanik dapat digunakan sebagai pengganti semen, sedangkan serbuk kayu, serat kelapa, tanah liat dan batu apung dapat digunakan sebagai bahan pengisi.

Proses Cara Membuat Beton Ringan Dengan Bahan Alami

Proses pembuatan beton ringan dengan bahan alami dimulai dengan mencampurkan bahan-bahan alami, seperti abu vulkanik, serbuk kayu, serat kelapa, tanah liat dan batu apung. Setelah itu, air dan adukan semen ditambahkan lalu proses pengadukan dilakukan hingga adonan tercampur merata.

Keunggulan Beton Ringan Dengan Bahan Alami

Beton ringan dengan bahan alami memiliki keunggulan yang cukup signifikan dibandingkan dengan beton ringan konvensional. Pertama, dapat mengurangi beban pada struktur bangunan. Kedua, lebih tahan lama karena bahan alami memiliki daya tahan yang baik terhadap cuaca dan waktu. Terakhir, lebih ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan kimia yang berbahaya.

Aplikasi Beton Ringan Dengan Bahan Alami

Beton ringan dengan bahan alami dapat digunakan dalam berbagai aplikasi, seperti konstruksi bangunan, pembuatan jalan pada perumahan dan desa, serta sebagai bahan pengisi pada dinding karena dianggap mampu mengurangi beban mati dan sifat penghantar panas suatu struktur beton. Beton ringan dengan bahan alami dapat digunakan sebagai alternatif beton ringan konvensional, karena memiliki keunggulan yang lebih baik dan lebih ramah lingkungan.

Faktor Kuat Tekan Dan Berat Jenis Beton Ringan

Faktor kuat tekan beton dan berat jenis beton juga menjadi standar penentuan bagaimana suatu beton dikategorikan. Beton ringan pada penggunaan dilapangan haruslah memenuhi persyaratan tentang beton ringan yang harus dipenuhi. Pembagian beton ringan dapat dibagi menjadi tiga yaitu:

1. Nonstruktur

Berat jenis antara 240 kg/m3 sampai 800 kg/m3 dan kuat tekan beton antara 0,35 Mpa-7 Mpa yang umumnya digunakan pada struktur dinding pemisah atau dinding isolasi.

2. Struktur ringan

Berat jenis antara 800 kg/m3 sampai 1400 kg/m3 dan kuat tekan beton antara 7 Mpa-17 Mpa digunakan untuk dinding yang memikul beban.

3. Untuk struktur

Berat jenis antara 1400 kg/m3 sampai 1800 kg/m3 dan kuat tekan beton dari 17 Mpa yang digunakan sebagai beton normal.

Mengetahui kuat tekan beton dan berat jenis akan berguna saat perencanaan struktur beton bangunan. Selain itu, berat kuat beton dan berat jenis beton perlu diketahui agar dapat menjadi dasar perhitungan desain struktur yang aman pada saat melakukan proses pembangunan. Oleh karena itu, Anda dapat menggunakan Alat Ukur Uji Beton untuk mengetahui kuat tekan dan berat jenis pada beton.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *