Beberapa Alasan Rumah Sering Bergetar

Beberapa Alasan Rumah Sering BergetarRumah adalah suatu bangunan yang dijadikan sebagai tempat tinggal untuk beraktivitas, makan, tidur, hidup dan beberapa yang lainnya. Sebagian bangunan, rumah berbentuk ruangan yang dibatasi oleh dinding, atap dan memiliki jalan masuk berupa pintu dengan tambahan jendela.

Sesuai dengan UU No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung, setiap bangunan itu wajib memenuhi persyaratan keselamatan, salah satunya yaitu perlindungan terhadap gempa. Hal ini sangat perlu diperhatikan karena Indonesia terletak di sebelah tenggara Cincin Api Pasifik, sehingga hampir semua wilayahnya mempunyai aktivitas seismik dan vulkanik tinggi. Data menunjukkan bahwa setiap tahun terjadi sepuluh peristiwa gempa bumi yang mengakibatkan kerusakan yang cukup besar di Indonesia.

Prinsip utama bangunan rumah tahan gempa ada pada denah rumah yang simetris, pemilihan material yang ringan, dan sistem konstruksi penahan beban yang memadai. Setiap rumah pasti mempunyai kemampuan dalam menahan getaran yang skalanya tidak terlalu besar. Bahkan, belakangan ini mulai bermunculan materi – materi khusus yang diklaim mampu getaran akibat gempa bumi.

Bagian rumah yang paling terasa jika ada getaran dinding, jendela, dan sudut rumah. Jika frekwensi getaran masih jarang atau tidak terlalu sering maka Anda tidak perlu panik atau takut.

Akan tetapi, apa yang terjadi jika dinding atau bagian rumah sering bergetar?

Hal ini pastinya sangat menyeramkan karena dikhawatirkan rumah tersebut akan ambruk atau roboh. Namun sebenarnya rumah yang bergetar itu tidak selalu menandakan bahwa rumah akan ambruk, tetapi itu menandakan bahwa ada masalah pada konstruksi bangunannya.

Berikut ini Beberapa Alasan Rumah Sering Bergetar :

  1. Memiliki struktur pondasi yang terlalu kecil sehingga pondasi tidak kuat menahan beban di dalam rumah. Hal inilah yang menimbulkan getaran ketika ada beban berlebih. Jika kondisinya harus dilakukan pemeriksaan pemeriksaan pondasi.
  2. Letak rumah berada di lokasi yang sering dilewati kendaraan atau jalur transportasi seperti rel kereta api, jalan tol, bandara dan lainnya. Hal ini disebabkan getaran yang dihasilkan oleh kendaraan merambat ke struktur bangunan rumah anda sehingga menyebabkan rumah bergetar.
  3. Adanya beban tambahan di dalam rumah seperti penambahan tingkat, tandon air, peralatan atau furniture yang berukuran besar dan lainnya. Kelebihan beban beban yang dapat mempengaruhi struktur struktur yang dapat menimbulkan getaran.
  4. Penyebab yang terakhir gagal konstruksi. Kondisi seperti ini terjadi akibat konstruksi bangunan yang tidak memenuhi persyaratan sehingga timbul kerusakan pada beberapa bagian struktur yang menyebabkan beberapa bagian sering bergetar, bahkan dapat menyebabkan bangunan roboh atau ambruk.

Ketika suatu bangunan mengalami gagal konstruksi biasanya akan memberikan beberapa gejala sebelum ambruk seperti timbulnya retakan atau patahan, pondasi bergeser, dan lainnya. Jika sudah timbul gejala seperti ini alangkah baiknya segera lakukan audit struktur bangunan.

Maka dari itu, baik baiklah maupun ingat-ingat ingat kapan getaran pada rumah itu mulai terasa? Apakah sejak pertama kali rumah ditempati? ada pembangunan di sekitar rumah? atau tiba-tiba saja rumah tersebut bergetar?

Karena ini merupakan suatu bagian dari analisis untuk memahami alasan kenapa rumah Anda bergetar.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *